MAY DAY (HARI BURUH)

Posted: Mei 18, 2013 in Tak Berkategori

Sejarah Hari Buruh

Hari Buruh pada umumnya dirayakan pada tanggal 1 Mei, dan dikenal dengan sebutan May Day. Hari buruh ini adalah sebuah hari libur (di beberapa negara) tahunan yang berawal dari usaha gerakan serikat buruh untuk merayakan keberhasilan ekonomi dan sosial para buruh. May Day lahir dari berbagai rangkaian perjuangan kelas pekerja untuk meraih kendali ekonomi-politis dan hak-hak industrial. Perkembangan kapitalisme industri di awal abad 19 menandakan perubahan drastis ekonomi-politik, terutama di negara-negara kapitalis di Eropa Barat dan Amerika Serikat. Pengetatan disiplin dan pengintensifan jam kerja, minimnya upah, dan buruknya kondisi kerja di tingkatan pabrik, melahirkan perlawanan dari kalangan kelas pekerja. Pemogokan pertama kelas pekerja Amerika Serikat terjadi di tahun 1806 oleh pekerja Cordwainers. Pemogokan ini membawa para pengorganisirnya ke meja pengadilan dan juga mengangkat fakta bahwa kelas pekerja di era tersebut bekerja dari 19 sampai 20 jam seharinya. Sejak saat itu, perjuangan untuk menuntut direduksinya jam kerja menjadi agenda bersama kelas pekerja di Amerika Serikat.
Ada dua orang yang dianggap telah menyumbangkan gagasan untuk menghormati para pekerja, Peter McGuire dan Matthew Maguire, seorang pekerja mesin dari Paterson, New Jersey. Pada tahun 1872, McGuire dan 100.000 pekerja melakukan aksi mogok untuk menuntut pengurangan jam kerja. McGuire lalu melanjutkan dengan berbicara dengan para pekerja dan para pengangguran, serta melakukan pendekatan kepada pemerintah kota untuk menyediakan pekerjaan dan uang lembur. McGuire menjadi terkenal dengan sebutan “pengganggu ketenangan masyarakat”. Pada tahun 1881, McGuire pindah ke St. Louis Missouri dan memulai untuk mengorganisasi para tukang kayu. Akhirnya, didirikanlah sebuah persatuan yang terdiri atas tukang kayu di Chicago, dengan McGuire sebagai Sekretaris Umum dari “United Brotherhood of Carpenters and Joiners of America”. Ide untuk mengorganisasikan pekerja menurut bidang keahlian mereka kemudian tersebar ke seluruh negara. McGuire dan para pekerja di kota-kota lain merencanakan hari libur untuk para pekerja di setiap Senin Pertama Bulan September di antara Hari Kemerdekaan dan Hari Pengucapan Syukur.
Pada tanggal 5 September 1882, parade Hari Buruh pertama diadakan di kota New York dengan peserta 20.000 orang yang membawa spanduk bertulisan 8 jam kerja, 8 jam istirahat, 8 jam rekreasi. Maguire dan McGuire memainkan peran penting dalam menyelenggarakan parade ini. Dalam tahun-tahun berikutnya, gagasan ini menyebar dan semua negara bagian merayakannya.Pada 1887, Oregon menjadi negara bagian pertama yang menjadikannya hari libur umum. Pada 1894. Presider Grover Cleveland menandatangani sebuah undang-undang yang menjadikan minggu pertama bulan September hari libur umum resmi nasional. Kongres Internasional Pertama diselenggarakan pada September 1866 di Jenewa, Swiss, di hadiri berbagai elemen organisasi pekerja belahan dunia. Kongres ini menetapkan sebuah tuntutan mereduksi jam kerja menjadi 8 jam sehari, yang sebelumnya (masih pada tahun sama) telah dilakukan National Labour Union di AS: “Sebagaimana batasan-batasan ini mewakili tuntutan umum kelas pekerja Amerika Serikat, maka kongres mengubah tuntutan ini menjadi landasan umum kelas pekerja seluruh dunia”. Pada tanggal 1 Mei ditetapkan sebagai hari perjuangan kelas pekerja dunia pada Kongres 1886 oleh Federation of Organized Trades and Labor Unions, untuk selain memberikan momen tuntutan 8 jam sehari, memberikan semangat baru perjuangan kelas pekerja yang mencapai titik masif di era tersebut. Tanggal 1 Mei dipilih karena pada 1884 Federation of Organized Trades and Labor Unions, yang terinspirasi oleh kesuksesan aksi buruh di Kanada 1872, menuntut 8 jam kerja di Amerika Serikat dan diberlakukan mulai 1 Mei 1886.

Hari Buruh di Indonesia

Indonesia pada tahun 1920 juga mulai memperingati Hari Buruh tanggal 1 Mei ini. Ibarruri Aidit (putri sulung D.N. Aidit) sewaktu kecil bersama ibunya pernah menghadiri peringatan Hari Buruh Internasional di Uni Soviet, sesudah dewasa menghadiri pula peringatan Hari Buruh Internasional 1 Mei 1970 di Lapangan Tian An Men RRC pada peringatan tersebut menurut dia hadir juga Mao Zedong, Pangeran Sihanouk dengan istrinya Ratu Monique, Perdana Menteri Kamboja Pennut, Lin Biao (orang kedua Partai Komunis Tiongkok) dan pemimpin Partai Komunis Birma Thaksin B Tan Tein. Namun, sejak masa pemerintahan Orde Baru Hari Buruh tidak lagi diperingati di Indonesia, dan sejak itu 1 Mei bukan lagi merupakan hari libur untuk memperingati peranan buruh dalam masyarakat dan ekonomi. Ini disebabkan karena gerakan buruh dihubungkan dengan gerakan dan paham komunis yang sejak kejadian G30S pada 1965 ditabukan di Indonesia.
Semasa Soeharto berkuasa, aksi untuk peringatan May Day masuk kategori aktivitas subversif (menjatuhkan kekuasaan), karena May Day selalu dikonotasikan dengan ideologi komunis. Konotasi ini jelas tidak pas, karena mayoritas negara-negara di dunia ini (yang sebagian besar menganut ideologi nonkomunis, bahkan juga yang menganut prinsip antikomunis), menetapkan tanggal 1 Mei sebagai Labour Day dan menjadikannya sebagai hari libur nasional. Setelah era Orde Baru berakhir, walaupun bukan hari libur, setiap tanggal 1 Mei kembali marak dirayakan oleh buruh di Indonesia dengan demonstrasi di berbagai kota.
Kekhawatiran bahwa gerakan massa buruh yang di mobilisasi setiap tanggal 1 Mei membuahkan kerusuhan, ternyata tidak pernah terbukti. Sejak peringatan May Day tahun 1999 hingga 2006 tidak pernah ada tindakan destruktif yang dilakukan oleh gerakan massa buruh yang masuk kategori “membahayakan ketertiban umum”. Yang terjadi malahan tindakan represif aparat keamanan terhadap kaum buruh, karena mereka masih berpedoman pada paradigma lama yang menganggap peringatan May Day adalah subversif dan didalangi gerakan komunis. Contoh-contoh peristiwa memperingati Hari Buruh tahun 2013 :

Peringatan Hari Buruh di Jakarta Tahun 2013

Jakarta – Ratusan ribu buruh di 20 provinsi akan berunjuk rasa memperingati Hari Buruh Sedunia Rabu tanggal 1 Mei 2013. Sementara di Jakarta, sekitar 150 ribu buruh berencana memadati sejumlah tempat, di antaranya adalah Istana Negara, gedung Dewan Perwakilan Rakyat dan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Presidium Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI), Said Iqbal mengatakan, isu kenaikan bahan bakar minyak (BBM) subsidi akan menjadi fokus dalam aksi massa. “Karena kalau naik dua ribu itu daya beli buruh turun 30 persen. Kalau seribu turun 10 persen. Karena tidak ada jaminan tidak pernah disampaikan pemerintah, pemerintah hanya menyampaikan beban anggaran saja bagi buruh tentu jadi waspada. Lalu kalau subsidi dialihkan juga kami tidak melihat uangnya lari ke mana,” kata Said Iqbal ketika dihubungi KBR68H. Presidium MPBI, Said Iqbal menambahkan, tuntutan buruh dalam peringatan Hari Buruh Sedunia tahun ini tetap sama, yakni penghapusan upah murah, pemberlakuan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) secara serentak, penghapusan sistem alih daya, serta meminta pemerintah menyetarakan upah guru honorer dengan upah minimum regional.

25.000 Polisi Amankan Hari Buruh di Jakarta

JAKARTA, KOMPAS.com — Pengamanan peringatan Hari Buruh yang akan diwarnai aksi turun ke jalan oleh sekitar 150.000 buruh akan dikawal ketat kepolisian. Polda Metro Jaya akan menurunkan tak kurang dari 25.000 personelnya. “Kami menambah personel, yang sebelumnya saya katakan 23.000, sekarang menjadi lebih dari 25.000,” ujar Kepala Polda Metro Jaya Irjen Putut Eko Bayuseno, Selasa (30/4/2013). Dia mengatakan, penambahan jumlah personel ini merupakan antisipasi penambahan jumlah buruh yang akan ikut turun ke jalan. Putut mengatakan, informasi semula menyebutkan aksi unjuk rasa besar para buruh akan diikuti oleh sekitar 100.000 orang. Namun dalam perkembangannya, aksi hari ini diperkirakan akan melibatkan tak kurang dari 150.000 buruh. Karenanya, kata dia, penambahan personel polisi ini ditempuh. Sebelumnya, para buruh yang tergabung dalam Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI) menyatakan, sudah ada 150.000 buruh yang mengonfirmasikan keikutsertaannya dalam May Day. Tak hanya datang dari seputar Jabodetabek, buruh yang mengikuti aksi hari ini datang dari Karawang, Purwakarta, dan daerah lain.

HARI BURUH 2013: Peringatan May Day di Turki Berakhir Bentrok
KABAR24.COM, ISTANBUL

Peringatan May Day atau Hari Buruh Sedunia hari ini, Rabu (1/5), di Turki justru berakhir bentrok antara polisi dan buruh yang berdemonstrasi.
Semprotan air dan gas air mata dilontarkan polisi untuk membubarkan ratusan buruh demonstran setempat, karena di sana demonstrasi memperingati May Day dilarang.
Pelarangan itu diberlakukan untuk menghindari gangguan pada pekerjaan pemugaran di Lapangan Taksim, yang selalu menjadi tempat berkumpul.
Pengunjuk rasa melemparkan batu ke polisi yang berusaha mencegah mereka melakukan aksi unjuk rasa di lingkungan Besiktas Istanbul, yang berjarak sekitar dua kilometer dari Lapangan Taksim.
“Kematian bagi fasisme. Hidup 1 Mei,” teriak para pengunjuk rasa yang menyeru para partai-partai kiri dan serikat pekerja.
Bentrokan meletus di tiga lingkungan yang mengarah ke Lapangan Taksim tempat pemerintah telah memblokir jalanan untuk mencegah pengunjuk rasa mencapai lokasi itu.
Kantor Istanbul Perdana Menteri Turki, Recep Tayyip Erdogan, yang terletak di Besiktas, dilindungi oleh barikade dan dijaga oleh puluhan polisi yang didukung oleh kendaraan lapis baja anti huru-hara.
Kelompok yang terdiri dari 30 feminis, yang melambaikan bendera ungu dan berteriak, “Semua bersama-sama melawan fasisme”, telah didorong mundur oleh para polisi yang menembakkan gas air mata.
Ribuan polisi dikerahkan hari itu. Stasiun televisi mengatakan Hari Buruh dirayakan tanpa insiden di dua lokasi lain di kota besar Turki itu.
Pemerintah Turki memutuskan untuk melarang pertemuan May Day di Lapangan Taksim dengan alasan adanya kegiatan renovasi yang dimulai pada bulan Nopember, dan pihak keamanan tidak bisa mengatasi puluhan ribu demonstran.
Tapi sayap kiri bersumpah untuk mengabaikan larangan tersebut. (Antara/aw).

Peringatan May Day, Hapuskan Outsourching!

mayday

RANTAU – Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu dan DPRD Labuhanbatu dianggap gagal mensejahterakan buruh serta membebaskan rakyat dari penindasan. Terbukti, kebijakan upah yang telah diputuskan sejalan mengikuti permintaan BKSPPS, meskipun kebijakan itu bertentangan dengan Undang-Undang.
“Pemkab Labuhanbatu dan DPRD tidak pernah memperhatikan nasib buruh,” teriak puluhan buruh dari Serikat Lentera Rakyat, SBPI dan SBSI 1992 yang tergabung di Koalisi Buruh Perkebunan (Koburan) saat menggelar aksi damai di kantor Bupati Pemkab Labuhanbatu di Jalan Sisingamangaraja, Rantauprapat, Rabu (1/5).
Dalam orasinya, Koburan menilai, lebih satu abad perkebunan sawit beroperasi di Sumatera Utara, namun sampai hari ini kehidupan buruh terus mengalami kemiskinan, bahkan dari tahun ketahun hak-hak buruh justru terus berkurang.
Selain itu, pemerintah tetap menerima status buruh yang masih outsourcing yang berdampak hilangnya hak-hak buruh. Sejalan dengan perubaha zaman, Koburan mengajak serta menyerukan kepada buruh perkebunan untuk bersatu dan bangkit melawan penindasan.
“Sudah saatnya kaum buruh melawan kebijakan pemerintah dan pengusaha yang menghisap dan memeras keringat buruh. Tidak jamannya lagi buruh menjadi budak maupun diperdagangkan serta tidak jamannya lagi buruh jadi sapi perahan,” teriak orator Koburan.
Setelah menyerukan berbagai kondisi yang dialami buruh selama ini, Koburan menyampaikan pernyataan sikap yang harus dijalankan pemerintah maupun pengusaha, diantaranya, menetapkan tanggal 1 Mei sebagai hari libur buruh, memberikan upah yang layak bagi buruh, melaksanakan UMK kabupaten secara konsisten, menangkapt dan mengadili pengusaha yang menghalang-halangi kebebasan berserikat, memberikan perlindungan hak buruh harian lepas serta menindaktegas Kadisnaker yang tidak melakukan pengawasan upah.
Setelah berorasi selama satu jam, akhirnya perwakilan pengunjuk rasa diterima oleh Bupati Labuhanbatu dr Tigor Panusunan Siregar melalui Asisten II Sekdakab Sarbaini. Di dalam rapat delegasi, para perwakilan pengunjuk rasa pun menolak rapat tersebut dikarenakan Bupati Labuhanbatu tidak ikut dalam rapat.
“Kami sudah masuk ke dalam, ternyata bupati pergi ke Medan, hanya Asisten II yang menerima. Karena Asisten II tidak memiliki wewenang dalam mengambil keputusan, maka kami tolak pertemuannya.
Dengan catatan, tanggal 13 Mei 2013 akan ada pertemuan resmi dengan Bupati,” kata koordinator aksi dari SBPI Ridho Rejeki Pandiangan dihadapan ratusan buruh. Usai menyampaikan hasil delegasi kepada ratusan buruh, akhirnya massa berpindah lokasi ke kantor DPRD Labuhanbatu. Setibanya di kantor DPRD Labuhanbatu, ratusan buruh pun disambut langsung oleh Ketua DPRD Labuhanbatu untuk mendengarkan tuntutan buruh.
Setelah mendengarkan tujuh tuntutan buruh yang telah disampaikan, pihak DPRD Labuhanbatu akan menjadwalkan rapat bersama antara pihak eksekutif, dan pengusaha serta buruh.
“Kami telah menerima dan menampung aspirasi pengunjuk rasa. Dan kami akan menjadwalkan rapat bersama dengan mengundang pihak eksekutif, pengusaha dan perwakilan buruh. Nanti akan kami kabari kepada perwakilan buruh kapan jadwal pertemuannya,” kata Ketua DPRD Labuhanbatu HJ Ellya Rosa kepada pengunjuk rasa.
Usai menyampaikan aspirasi ke kantor DPRD Labuhanbatu, akhirnya pengunjuk rasa pun membubarkan diri. (riz/CR-02).

REFERENSI :
http://id.wikipedia.org/wiki/Hari_Buruh
http://www.portalkbr.com/berita/nasional/2619337_4202.html
http://megapolitan.kompas.com/read/2013/05/01/04395897/25.Ribu.Polisi.Amankan.Hari.Buruh.di.Jakarta
http://www.kabar24.com/index.php/hari-buruh-2013-peringatan-may-day-di-turki-berakjir-bentrok/
http://www.metrosiantar.com/2013/peringatan-may-day-hapuskan-outsourching/

Editor : – Rizky Abu Rizal 16110157
Konsep : – Muhammad Lucky Rokoto D 14110757
– Sarrah Jennonica Mas 16110391

3KA25

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s