Arsip untuk Maret, 2013

2012-10-03 22.15.58

Angger Istyo adalah teman kampus saya yang ahli dalam bermain gitar, dia sudah bermain gitar sejak kelas 2 SMP. Sampai sekarang dia masih terus mengasah kemampuan bermain gitarnya, sekarang saya akan mewawancarai dia secara langsung. Mari ikuti wawancara saya ini.

Saya : Assalamualaikum wr wb ngger
Angger : Walaikumsalam wr wb kawan
Saya : Saya dengar kamu ahli bermain gitar ngger?
Angger : Ahhh biasa saja kok, saya hanya hobi bermain gitar
Saya : Jangan merendah seperti itu lah ngger
Angger : Benar, saya tidak merendah.. itu kenyataan
Saya : Oke.. oke saya percaya itu, sejak kapan main gitar ngger?
Angger : Wahhh sudah lama sekali, kira – kira kelas 2 SMP
Saya : Mengapa kamu memilih gitar dibanding alat musik lainnya?
Angger : Karena bisa dibilang alat musik yang ada di rumah pertama kali gitar
Saya : Bisa diceritakan ngger awal mula pertama kali suka gitar?
Angger : Kalau mau saya ceritakan secara lengkap bisa seharian, saya ceritakan inti nya saja ya?
Saya : Oke tidak masalah ngger
Angger : Sebenarnya pada awalnya saya iri dengan teman – teman saya yang sudah
lebih dulu ahli bermain gitar, sedangkan saya belum bisa apa – apa.
bermodalkan gitar tua peninggalan masa muda ayah saya, saya mulai
belajar bermain gitar secara otodidak
Saya : Berapa lama kamu belajar gitar sampai bisa?
Angger : Termasuk cepat, kira – kira 1 bulan. Karena dulu saya memang bersemangat
Mempelajari gitar, meskipun tangan saya menjadi hitam dan keras (Kapalan)
Saya : Lagu apa yang pertama kali kamu coba mainkan?
Angger : Lagu “Ada Apa Dengan Mu” Peterpan
Saya : Apakah lagu itu mempunyai kenangan khusus dalam hidup kamu?
Angger : Ohhhh kebetulan tidak ada
Saya : Apa kamu punya grup band?
Angger : Punya dulu, tapi sekarang masing – masing personil sudah punya kesibukan
sendiri (Bubar)
Saya : Apa nama grup bandnya?
Angger : Dinasty Band namanya
Saya : Pernah perform dimana saja ngger?
Angger : Waahhh kalau mau disebutin semuanya banyak sekali, saya sebutkan
beberapa saja, seperti di acara Karang Taruna, pembukaan konser Koes Plus
di GOR Bekasi, acara PENSI di sekolah – sekolah, di acara radio, dan masih
banyak lagi yang lainnya
Saya : Apakah kamu tidak berkeinginan membuat grup band lagi ngger?
Angger : Untuk saat ini belum, karena saya masih disibukan oleh kegiatan kuliah yang
sangat padat
Saya : Mungkin di lain waktu kita bisa ngeband bareng ngger?
Angger : Ohh tentu saja bisa, jika kamu mau
Saya : Oke.. terima kasih ngger atas wawancara ini
Angger : Sama – sama, saya senang bisa berbagi cerita.

SELESAI

Nama : Muhammad Lucky Rokoto Dalimunthe
NPM : 14110757
Kelas : 3KA25

MENGIKUTI PULSA SUMMER CAMP 2010 (TULISAN 1 BAHASA INDONESIA 2)

Posted: Maret 12, 2013 in Tak Berkategori

31216_387014063369_646083369_4041374_1188577_n

Pada tanggal 24 – 25 April 2010 saya berkesempatan mengikuti acara Pulsa Summer Camp 2010, acara ini di adakan oleh tabloid pulsa. Ini adalah acara tempat berkumpulnya para pembaca tabloid pulsa dari seluruh Indonesia, acaranya sendiri di bertempat di Cijeruk, Bogor, Jawa Barat. Pihak tabloid pulsa membebaskan biaya (gratis) untuk peserta yang ikut dalam acara ini, tentu banyak sekali peserta dari seluruh Indonesia yang ingin ikut dalam acara ini, saya termasuk beruntung bisa ikut serta dalam acara ini. Karena dalam promosi iklannya pihak tabloid pulsa menawarkan acara yang sangat menarik untuk di ikuti, ada berbagai macam seminar, live concert, aktifitas outbond, sampai hadiah – hadiah juga di sediakan.

30698_1338984766131_1576504121_765977_2961564_n

Pada hari pertama tanggal 24 April pagi saya dan para peserta lainnya di berangkatkan dari titik – titik pemberangkatan yang telah di tentukan, waktu itu saya memilih Stasiun Gambir sebagai titik pemberangkatannya. Saya sampai di tempat acara siang hari, para peserta lain dari berbagai wilayah di Indonesia sudah ada yang datang terlebih dahulu. Sesuai jadwal acara pada siang itu adalah makan siang bersama dan seminar, seminar ini banyak membahas tentang teknologi gadget yang sedang trend pada saat itu, banyak sekali informasi dan pengetahuan yang saya dapatkan dari acara seminar itu. Setelah selesai seminar sampai sore hari menjelang magrib, para peserta di beri waktu istirahat di camp – camp yang telah di tentukan, malam harinya kami sudah harus bersiap lagi mengikuti acara berikutnya yaitu menonton live concert music, di sela – sela acara tidak lupa panitia acara menyediakan hidangan makan malam, acara berlangsung sampai larut malam. Di pagi harinya kami sudah harus bersiap lagi mengikuti acara selanjutnya, inilah mungkin acara yang paling seru menurut saya, yaitu aktifitas outbond. Pihak panitia banyak sekali menyediakan fasilitas permainan outbond mulai, paint ball, flying fox, bermain ATV dan masih banyak lagi yang lainnya, semua itu bisa kami coba secara gratis, menyenangkan bukan?. Aktifitas outbond ini berlangsung hingga sore hari, dan setelah selesai acara aktifitas outbond tibalah acara penutupan yaitu bagi – bagi hadiah yang telah di sediakan, hadiah yang disediakan panitia lumayan menggiurkan ada berbagai macam HP, DVD Player, dan hadiah lainnya, mungkin ini acara yang paling di tunggu – tunggu oleh semua peserta. Sayang sekali pada kesempatan kali ini saya tidak mendapatkan hadiah apa – apa. Setelah acara bagi – bagi hadiah selesai kami berkumpul bersama di sebuah lapangan yang besar, dan kami bernyanyi bersama – sama, suasana saat itu begitu mengharukan, karena pertemuan yang singkat ini harus diakhiri. Kami pun pulang di antar dengan bus yang telah disediakan oleh panitia.

12314_121946691151794_100000093916154_306637_4581313_n

25716_1344622748928_1632033541_821109_4124104_n

Saya sangat senang sekali bisa mengikuti acara Pulsa Summer Camp 2010, acaranya sangat menarik, di acara tersebut saya bisa menyegarkan pikiran sejenak dari rutinitas sehari – hari. Terlebih lagi acara ini tidak dipungut biaya sedikit pun (gratis), saya mendapat banyak manfaat dari acara itu, saya mendapatkan pengetahuan baru, informasi, pengalaman, dan tentunya saya mendapat banyak teman baru dari berbagai wilayah di Indonesia. Pertemanan ini pun berlangsung sampai saat ini, sampai sekarang kami masih sering berkomunikasi lewat sebuah grup facebook, dan juga terkadang kami mengadakan acara kumpul bersama di sebuah tempat sebagai ajang silaturahmi.

DSC09062

Nama : Muhammad Lucky Rokoto Dalimunthe
NPM : 14110757
Kelas : 3KA25

PENALARAN (TUGAS 1 BAHASA INDONESIA 2)

Posted: Maret 12, 2013 in Tak Berkategori

Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar.

Dalam penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis (antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi (consequence). Hubungan antara premis dan konklusi disebut konsekuensi.

Ada dua jenis metode dalam penalaran yaitu induktif dan deduktif :

Penalaran Induktif

Penalaran induktif adalah cara menarik kesimpulan yang bersifat umum dari hal-hal yang khusus.

Ada 3 macam penalaran induktif :

1. Generalisasi

Merupakan penarikan kesimpulan umum dari pernyataan atau data-data yang ada. Dibagi menjadi 2 :

• Generalisasi Sempurna / Tanpa loncatan induktif => Fakta yang diberikan cukup banyak dan meyakinkan.

Contoh :

– Sensus Penduduk.

– Jika dipanaskan, besi memuai.

Jika dipanaskan, baja memuai.

Jika dipanaskan, tembaga memuai.

Jadi, jika dipanaskan semua logam akan memuai.

• Generalisasi Tidak Sempurna / Dengan loncatan induktif => Fakta yang digunakan belum mencerminkan seluruh fenomena yang ada.

Contoh : Setelah kita menyelidiki sebagian bangsa Indonesia bahwa mereka adalah manusia yang suka bergotong-royong, kemudian kita simpulkan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang suka bergotong-royong.

2. Analogi

Merupakan penarikan kesimpulan berdasarkan kesamaan data atau fakta. Pada analogi biasanya membandingkan 2 hal yang memiliki karakteristik berbeda namun dicari persamaan yang ada di tiap bagiannya.

Tujuan dari analogi :

• Meramalkan kesamaan.

• Mengelompokkan klasifikasi.

• Menyingkapkan kekeliruan.

Contoh :

o Leeteuk adalah personil Super Junior. Leeteuk berbakat di semua bidang hiburan.

Yesung adalah personil Super Junior.

Oleh sebab itu, Yesung berbakat di semua bidang hiburan.

3. Kausal

Merupakan proses penarikan kesimpulan dengan prinsip sebab-akibat. Terdiri dari 3 pola, yaitu :

• Sebab ke akibat

Dari peristiwa yang dianggap sebagai akibat ke kesimpulan sebagai efek.

Contoh : Karena terjatuh di tangga, Kibum harus beristirahat selama 6 bulan.

• Akibat ke sebab

Dari peristiwa yang dianggap sebagai akibat ke kejadian yang dianggap penyebabnya. Contoh : Jari kelingking Leeteuk patah karena memukul papan itu.

• Akibat ke akibat

Dari satu akibat ke akibat lainnya tanpa menyebutkan penyebabnya.

Penalaran Deduktif

Penalaran deduktif didasarkan pada teori yang berlaku umum tentang hal / gejala. Ditarik kesimpulan hal yang khusus. Merupakan bagian dari hal/gejala tadi. Secara garis besar maka penalaran deduktif adalah bergerak dari hal atau gejala yang khusus menjadi gejala yang khusus.

Jenis-jenis penalaran deduktif :

1. Silogisme

Penalaran deduksi biasanya sering digunakan adalah silogisme. Silogisme adala penalaran secara tidak langsung. Dalam silogisme kita terdapat dua premis dan satu premis kesimpulan. Kedua premis itu adalah premis umum/premis mayor dan premis khusus/premis minor. Dari kedua premis tersebut kesimpulan dirumuskan.

Rumus menentukan kesimpulan sebagai berikut :

PU : semua A = B

PK : C = A

K : C = B

Contoh :

PU : Semua hewan yang mempunyai telinga berkembang biak dengan melahirkan

PK : Rusa memiliki telinga

K : Rusa tentu berkembang biak dengan

2. Entinem

Entinem adalah silogisme yang dipersingkat, hanya terdiri dari premis khusus dan kesimpulan. Entimen mengandung penyimpulan sebab akibat dari kedua preposisi tersebut, yaitu preposisi khusus (premis khusus) merupakan sebab bagi apa yang terkandung di dalam preposisi kesimpulan

Contoh :

Silogisme kategorial :

PU : Semua dosen (A) adalah lulusan perguruan tinggi (B)\

PK : Bapak Budi C adalah seorang dosen (A)

K : Bapak Budi C adalah seorang dosen (B)

Entinem : Bapak Budi adalah lulusan perguruan tinggi ia seorang dosen KPK

Evidensi

Evidensi adalah semua fakta yang ada, yang dihubung-hubungkan unuk membuktikan adanya sesbuatu. Evidensi merupakan hasil pengukuan dan pengamatan fisik yang digunakan untuk memahami suatu fenomena. Evidensi sering juga disebut bukti empiris.

Wujud Evidensi

Dalam argumentasi, seorang penulis boleh mengandalkan argumentasinya pada pernyataan saja, bila dia menganggap pendengar sudah mengetahuo fakta – faktanya, serta memahami kesimpulan yang diberikan kepadanya.

Dalam wujudnya yang paling rendah evidensi berbentuk data atau informasi. Yang dimaksud data atau informasi adalah bahan keterangan yang diperoleh dari sumber tertentu. Fakta adalah sesuatu yang sesungguhnya terjadi, atau sesuatu yang ada secara nyata.

Inferensi

Inferensi adalah mekanisme berfikir dan pola-pola penalaran yang digunakan oleh sistem untuk mencapai suatu kesimpulan. Metode ini akan menganalisa masalah tertentu dan selanjutnya akan mencari jawaban atau kesimpulan yang terbaik. Penalaran dimulai dengan mencocokan kaidah-kaidah dalam basis pengetahuan dengan fakta-fakta yang ada dalam basis data.

Inferensi ada 2, yaitu :

1. Inferensi Langsung

Inferensi yang kesimpulannya ditarik dari hanya satu premis (proposisi yang digunakan untuk penarikan kesimpulan). Konklusi yang ditarik tidak boleh lebih luas dari premisnya.

Contoh:

• Bu, besok temanku berulang tahun. Saya diundang makan malam. Tapi saya tidak punya baju baru, kadonya lagi belum ada”.

Maka inferensi dari ungkapan tersebut: bahwa tidak bisa pergi ke ulang tahun temanya.

Contoh:

• Pohon yang di tanam pak Budi setahun lalu hidup.

dari premis tersebut dapat kita lansung menari kesimpulan (inferensi) bahwa: pohon yang ditanam pak budi setahun yang lalu tidak mati.

2. Inferensi Tak Langsung

Inferensi yang kesimpulannya ditarik dari dua / lebih premis. Proses akal budi membentuk sebuah proposisi baru atas dasar penggabungan proposisi-preposisi lama.

Contoh:

A : Anak-anak begitu gembira ketika ibu memberikan bekal makanan.

B : Sayang gudegnya agak sedikit saya bawa.

Inferensi yang menjembatani kedua ujaran tersebut misalnya (C) berikut ini.

C : Bekal yang dibawa ibu lauknya gudek komplit.

Contoh yang lain;

A : Saya melihat ke dalam kamar itu.

B : Plafonnya sangat tinggi.

Sebagai missing link diberikan inferensi, misalnya:

C: kamar itu memiliki plafon

Sumber :

http://id.wikipedia.org/wiki/Penalaran

http://catatanrizkyaburizal.blogspot.com/2013/03/penalaran.html

http://diskusikuliah.wordpress.com/2010/10/18/forward-chaining-dan-backward-chaining/#more-481

http://nobelug.blogspot.com/2012/04/ringkasan-buku.html

Nama : Muhammad Lucky Rokoto Dalimunthe
NPM : 14110757
Kelas : 3KA25