3 Jenis Organisasi Yang Memiliki Tujuan Berbeda

Posted: Oktober 17, 2011 in Tak Berkategori

1. NASIONAL DEMOKRAT (NASDEM)

Nasional Demokrat adalah sebuah organisasi gerakan perubahan yang berikhtiar menggalang seluruh warga negara dari beragam lapisan dan golongan untuk merestorasi Indonesia. Nasional Demokrat tidak hanya bertumpu dan berpusat di Jakarta, melainkan gerakan perubahan yang titik-titik sumbunya terpencar di seluruh penjuru Indonesia.
Nasdem terbentuk pada hari Senin 1 Februari 2010 oleh puluhan politisi lintas partai politik dan akademisi dari berbagai Universitas mendeklarasikan Gerakan Nasional Demokrat (Nasdem).
Organisasi ini digagas oleh Surya Paloh dan Sri Sultan HB XI beserta dengan beberapa tokoh nasional lainnya. Tokoh-tokoh nasional lain yang juga turut mendeklarasikan ormas ini adalah Anis Baswedan, Syafii Maarif, Khofifah Indarparawansa, Siswono Yudohusodo, Ferry Mursyidan Baldan, Syamsul Mua’rif, Didiek J. Rachbini, Budiman Sujatmiko, Patrice Rio Capella, Akbar Faisal dan Enggar Tyasto Lukito sebagai sebagai pendiri utama.

Asas Organisasi
Pancasila

Sifat & Identitas Organisasi
Terbuka, Multikultural, Kolektif, Dialogis, Mandiri dan Mengakar, berbasiskan Partisipasi dan Emansipasi Rakyat.

Tujuan organisasi

Tidak ada maksud hati Nasional Demokrat (Nasdem) menjadi parpol karena bukan seperti itu tujuannya, Nasdem didirikan dengan bertujuan untuk berjuang bersama rakyat demi kemajuan bersama, namun pada perkembangannya di masyarakat banyak yang menginginkan Nasional Demokrat berubah menjadi partai politik

Manfaat Organisasi

Nasdem di dalam berbagai kesempatan sering melakukan bakti sosial dan apabila terjadi bencana alam, para anggota Nasional Demokrat ikut membantu dalam penangan bencana tersebut, Nasional Demokrat juga bermanfaat untuk mengawal pemerintahan yang sedang berkuasa sekarang.

2. Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI)

adalah organisasi induk yang bertugas mengatur kegiatan olahraga sepak bola di Indonesia. PSSI berdiri pada tanggal 19 April 1930 dengan nama awal Persatuan Sepak Raga Seluruh Indonesia. Ketua umum pertamanya adalah Ir. Soeratin Sosrosoegondo.
PSSI bergabung dengan FIFA pada tahun 1952, kemudian dengan AFC pada tahun 1954. PSSI menggelar kompetisi Liga Indonesia setiap tahunnya, dan sejak tahun 2005, diadakan pula Piala Indonesia. Saat ini, masa jabatan Ketua Umum PSSI adalah 4 tahun.

Sejarah PSSI

PSSI didirikan oleh seorang insinyur sipil bernama Soeratin Sosrosoegondo pada tanggal 19 April 1930 di Yogyakarta dengan nama Persatuan Sepak Raga Seluruh Indonesia. Sebagai organisasi olahraga yang lahir pada masa penjajahan Belanda, kelahiran PSSI ada kaitannya dengan upaya politik untuk menentang penjajahan. Apabila mau meneliti dan menganalisa lebih lanjut saat-saat sebelum, selama, dan sesudah kelahirannya hingga 5 tahun pasca proklamasi kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945, terlihat jelas bahwa PSSI lahir dibidani oleh muatan politis, baik secara langsung maupun tidak, untuk menentang penjajahan dengan strategi menyemai benih-benih nasionalisme di dada pemuda-pemuda Indonesia yang ikut bergabung.

Tujuan

a. Membangun dan meningkatkan kualitas persepakbolaan nasional dengan semangat
persaudaraan, persahabatan, kejujuran, sportivitas, nasionalisme dan profesionalisme.
b. Menyebarluaskan olahraga sepakbola kepada masyarakat, dengan berpedoman
kepada sepakbola yang maju dan professional.
c. Membangun kerjasama nasional dan Internasional, khususnya dengan cabang –
cabang organisasi olahraga lainnya

Manfaat

a. Mengatur dan mengawasi seluruh kegiatan persepakbolaan untuk menjamin
dipatuhinya peraturan dan ketentuan lainnya yang diberlakuakn oleh PSSI, AFF,
AFC, dan FIFA.
b. Mengorganisir dan atau mengkoordinasikan seluruh pelaksanaan kompetisi dan
turnamen resmi, baik yang bersifat nasional, regional, internasional serta
pertandingan lainnya yang diselenggarakan di Indonesia.
c. Membentk Tim Nasional yang berkualitas, dalam rangka berpartisipasi secara optimal
di event regional maupun internasional.

3. Nahdlatul Ulama (NU)

Nahdlatul Ulama (Kebangkitan Ulama atau Kebangkitan Cendekiawan Islam), disingkat NU, adalah sebuah organisasi Islam yang terbesar nomer 1 di Indonesia. Organisasi ini berdiri pada31 Januari 1926 dan bergerak di bidang pendidikan, sosial, dan ekonomi.
Keterbelakangan baik secara mental, maupun ekonomi yang dialami bangsa Indonesia, akibat penjajahan maupun akibat kungkungan tradisi, telah menggugah kesadaran kaum terpelajar untuk memperjuangkan martabat bangsa ini, melalui jalan pendidikan dan organisasi. Gerakan yang muncul 1908 tersebut dikenal dengan “Kebangkitan Nasional”. Semangat kebangkitan memang terus menyebar ke mana-mana – setelah rakyat pribumi sadar terhadap penderitaan dan ketertinggalannya dengan bangsa lain. Sebagai jawabannya, muncullah berbagai organisasi pendidikan dan pembebasan.
1. Kalangan pesantren yang selama ini gigih melawan kolonialisme, merespon kebangkitan nasional tersebut dengan membentuk organisasi pergerakan, seperti Nahdlatul Wathan (Kebangkitan Tanah Air) pada 1916. Kemudian pada tahun 1918 didirikanTaswirul Afkar atau dikenal juga dengan “Nahdlatul Fikri” (kebangkitan pemikiran), sebagai wahana pendidikan sosial politik kaum dan keagamaan kaum santri. Dari situ kemudian didirikan Nahdlatut Tujjar, (pergerakan kaum saudagar). Serikat itu dijadikan basis untuk memperbaiki perekonomian rakyat. Dengan adanya Nahdlatul Tujjar itu, maka Taswirul Afkar, selain tampil sebagai kelompok studi juga menjadi lembaga pendidikan yang berkembang sangat pesat dan memiliki cabang di beberapa kota.

Tujuan

Menegakkan ajaran Islam menurut paham Ahlussunnah waljama’ah di tengah-tengah kehidupan masyarakat, di dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Manfaat

1. Di bidang agama, melaksanakan dakwah Islamiyah dan meningkatkan rasa persaudaraan yang berpijak pada semangat persatuan dalam perbedaan.
2. Di bidang pendidikan, menyelenggarakan pendidikan yang sesuai dengan nilai-nilai Islam, untuk membentuk muslim yang bertakwa, berbudi luhur, berpengetahuan luas.Hal ini terbukti dengan lahirnya Lembaga-lembaga Pendidikan yang bernuansa NU dan sudah tersebar di berbagai daerah khususnya di Pulau Jawa.
3. Di bidang sosial budaya, mengusahakan kesejahteraan rakyat serta kebudayaan yang sesuai dengan nilai keislaman dan kemanusiaan.
4. Di bidang ekonomi, mengusahakan pemerataan kesempatan untuk menikmati hasil pembangunan, dengan mengutamakan berkembangnya ekonomi rakyat.Hal ini ditandai dengan lahirnya BMT dan Badan Keuangan lain yang yang telah terbukti membantu masyarakat.
5. Mengembangkan usaha lain yang bermanfaat bagi masyarakat luas. NU berusaha mengabdi dan menjadi yang terbaik bagi masyrakat.

Nama : Muhammad Lucky Rokoto Dalimunthe
NPM : 14110757
Kelas : 2KA25

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s