Perkembangan Budaya Masyarakat Ampel Surabaya

Posted: Oktober 14, 2010 in Tak Berkategori

Di Surabaya, jumlah penduduk keturunan Arab diperkirakan mencapai ratusan ribu orang. Umumnya mereka adalah pedagang dan sebagian kecil ulama dan para pedagang keturunan Arab itu berasal dari Hadramaut, daerah di Yaman Selatan, sebagai pedagang sekaligus menyebarkan Islam. Di Surabaya mereka mendiami wilayah padat di Kota Bawah, kawasan yang dibatasi Kalimas (sebelah barat), Sungai Pegirian (timur), Kembang Jepun (selatan), dan selat Madura (utara).
Sehingga aktivitas perdagangan yang digeluti keturunan Arab dilakukan di sekitar Masjid Sunan Ampel, kerena hal ini tidak bisa dilepaskan dari pengaruh ketokohan Sunan Ampel. Kebanyakan sebab utama masyarakat mendirikan toko karena banyaknya peziarah yang datang ke makam Sunan Ampel.
Meski di sekitar Masjid Ampel ada pedagang Jawa dan Madura, tapi mayoritas adalah keturunan Arab. Mereka terpusat di dua tempat, yaitu Ampel Masjid dan Ampel Suci. Rata-rata para pedagang keturunan Arab di dua tempat ini memiliki toko. Sementara para pedagang Jawa dan Madura hanya bisa berjualan di pinggir jalan dan di sela-sela toko milik para pedagang keturunan Arab.
Adaptasi kultural dan Perubahan Kebudayaan
Kawasan Ampel telah dikenal luas sebagai kawasan yang multikultur. Ada yang mengatakan semenjak Sunan Ampel datang ke Surabaya ini. Sehingga masyarakat Ampel mengelola perbedaan yang ada menjadi suatu potensi yang saling mendukung dan membangun.
Terkait dengan masyarakat Ampel yang multikultur, baik itu berbeda dari Suku, Agama, Ras, dan Alirannya (SARA), pakar komunikasi Universitas Airlangga Surabaya, dra. Rahma Ida, M.Comm, PhD., menjelaskan bahwa telah terjadi sebuah komunikasi yang efektif diantara warga Ampel dalam menerjemahkan hubungan mereka sehari-hari.
Daya tarik Ampel yang cukup memikat ini dapat menjadi sebuah batu loncatan bagi terwujudnya akulturasi budaya Arab dengan budaya lokal. Sehingga terjadinya beberapa proses akulturasi budaya yang cukup mencolok, seperti perkawinan, perdagangan, hingga pendidikan dapat menjadi sebuah cara untuk menyatukan budaya-budaya yang berbeda.
Akibat dari hal ini, keturunan arab pun tidak hanya menjadi pedagang dan penyebar agama saja, Tetapi setelah tahun 1960-an, profesi mereka mulai beraneka ragam. Ada yang menjadi guru, dosen, pengacara, wartawan, pekerja sosial, bekerja di pabrik atau perusahaan asing dan sebagainya.
Darah asli Arab sudah melebur dalam diri keturunan Arab yang tinggal di perkampungan Ampel yang meliputi Kampung Ampel Mulia, Ampel Kesumba, Ampel Suci, Ampel Cempaka, Ampel Wirai, Ampel Kembang, dan Ampel Masjid Rahmat.
Perubahan juga terjadi ketika fenomena label wisata pada makam Sunan Ampel sudah berlangsung sekitar 3 tahun yang lalu. Kebijakan itu mendatangkan banyak pengunjung. Tentu ini menambah keuntungan para pedagang. Ini bisa dijumpai dari gapura sebelum masuk ke kawasan Ampel. Pada papan gapura tersebut bertulisakan “Kawasan Wisata Religi Sunan Ampel”.
Tetapi hal ini tidak bisa mencegah terjadinya hal yang negatif. Sehingga saat ini, banyak sekali para pengunjung yang tidak semuanya bertujuan berziarah ke makam Sunan Ampel. Dulu ketika orang yang mau ziarah itu tampak khusyu dan sopan. Berjalan pelan-pelan langsung ke makam. Tapi saat ini, terutama setelah adanya kebijakan tentang wisata religi, banyak yang hanya lihat-lihat dan atau cari jodoh.
Hal negatif juga terjadi ketika terjadinya persaingan bisnis yang sangat ketat diantara masyarakat kawasan Ampel Surabaya. Hal ini diakui oleh salah satu warga di sekitar ampel, bahkan juga jarang terjadinya kegiatan gotong royong dalam kegiatan kebersihan di kawasan ampel, sehingga kegiatan kebersihan ini dilakukan oleh Pemerintah Kota Surabaya.

Source : http://www.psikologizone.com/perkembangan-budaya-masyarakat-ampel-surabaya

Nama : Muhammad Lucky Rokoto Dalimunthe
NPM : 14110757
Kelas : 1KA31
Mata Kuliah : Ilmu Sosial Dasar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s