Indonesia Butuh Solusi Radikal Pengentasan Kemiskinan

Posted: Oktober 10, 2010 in Tak Berkategori

Presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY) mengundang Profesor David T Ellwood, Dekan Harvard Kennedy, untuk menyampaikan kuliah tentang peningkatan kesejahteraan rakyat dan pengentasan orang miskin. Hasil dari kuliah tersebut akan diterapkan oleh para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu II dan Presiden SBY bertekad untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi guna mengentaskan kemiskinan di Indonesia.

Salah satu caranya adalah mengurangi angka pengangguran yang cukup besar di Indonesia. Prof David T Ellwood menekankan syarat utama dari keberhasilan pengentasan kemiskinan adalah perekonomian negara yang kuat. Ellwood tidak sepakat dengan kebijakan pemberian bantuan langsung berupa uang kepada warga miskin. Sedangkan strategi dan paparan yang lain untuk mengentaskan kemiskinan diakui oleh Bapak Syarif Hasan, Menteri UKM, telah dilakukan oleh Indonesia yaitu meningkatkan pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya, dan mengurangi angka kemiskinan.

Revolusi Arah Kebijakan Ekonomi di Indonesia
Selama ini Indonesia secara fundamental menerapkan sistem ekonomi kapitalis yang memberikan keleluasaan kepada pihak individu atau swasta untuk menguasai hajat hidup orang banyak. Indonesia hanya mengandalkan pendapatannya dari penerimaan pajak. Jika terjadi defisit neraca pembayaran alternatif kebijakan yang diambil dengan mengambil utang luar negeri.

Sistem kapitalisme yang dianut di Indonesia memungkinkan para pemilik modal (swasta) baik asing maupun pribumi mengusai sumber-sumber kekayaan alam di Indonesia sehingga membuat kesengsaraan dan tidak meratanya pendapatan. Para pemilik modal tersebut secara perhitungan di atas kertas bisa menutupi pendapatan-pendapatan per kapita orang-orang miskin ketika pemerintah menghitung pendapatan rata-rata per kapita.

Kesenjangan ekonomi sangat terasa terutama jika kita hidup di desa akan sangat mudah mendapati kemiskinan yang mewabah karena 64% orang-orang miskin berada di pedesaan. Belum lagi sistem mata uang yang dianut di Indonesia menggunakan fiat money yang menstandartkan nilai rupiah kepada Dolar sehingga Indonesia sangat tergantung kepada kestabilan ekonomi Amerika. Oleh karena itu tanpa mengubah paradigma kebijakan ekonomi secara mendasar maka bisa dipastikan tidak akan pernah bisa terlepas dari masalah kemiskinan dan pengangguran yang terus terjadi dalam jumlah yang sangat tinggi.

Alternatif Solusi Radikal dan Fundamental Pengentasan Kemiskinan
Pertama, Indonesia harus mengubah sistem mata uangnya yaitu menstandartkan kepada logam mulia emas dan perak bukan kepada dollar. Indonesia harus benar-benar menguasai tambang-tambang emas dan perak yang ada untuk dikelola secara mendiri dan menghentikan kontrak-kontrak dengan perusahaan asing.

Kedua, kekayaan alam yang ada di Indonesia adalah milik masyarakat sehingga negara tidak berhak memberikannya kepada asing atau swasta untuk mengelolanya dan seperti sekarang ini. Negara hanya mengambil pajak atau bagi hasil. Negara hanya berkewajiban mengelola kekayaan tersebut kemudian hasilnya dikembalikan ke masyarakat dalam berbagai bentuk seperti pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan lain-lain tergantung kebutuhan masyarakat.

Ketiga, negara menghentikan mengambil utang luar negeri dan menghentikan sistem ribawi yang semakin membengkakkan nilai utang. Negara juga tidak mengandalkan pajak sebagai pemasukan yang hanya semakin menambah beban hidup masyarakat. Pajak hanya diberlakukan ketika kas negara kosong dan negara segera membutuhkan uang untuk hal-hal pembangunan fital bagi masyarakat. Pemberlakuan pajak juga hanya bagi orang-orang yang kaya sedangkan warga miskin dibebaskan dari kewajiban pajak.

Keempat, negara membubarkan lembaga-lembaga zakat swasta dan mengambil alih tugas tersebut. Negara bisa membuat bagian atau lembaga shadaqah resmi yang bertugas mengambil zakat dari masyarakat yang beragama Islam (apalagi Indonesia mayoritas beragama Islam). Bagian shodaqoh ini bisa dibagai menjadi beberapa seksi di antaranya: seksi zakat uang dan perdagangan; seksi zakat pertanian dan buah-buahan; dan seksi zakat ternak unta, sapi dan kambing. Untuk pos harta zakat ini dibuatkan tempat khusus dan tidak bercampur dengan harta-harta pendapatan negara yang lain.

Dari solusi-solusi tersebut saya yakin negeri ini terbebas dari ketertindasan ekonomi dan kemiskinan sehingga harta tidak hanya berkutat pada orang-orang tertentu sebagaimana yang terjadi dalam sistem kapitalis. Solusi tersebut telah terbukti selama 13 abad mampu mengentaskan kemiskinan mulai dari jaman Khulafaur Rasyidin hingga kekhilafahan Turki Ustmani.

Jadi, mengapa kita tidak mencobanya kembali dan membuang jauh-jauh kapitalisme yang terbukti memproduksi krisis demi krisis dan hanya menghasilkan kesenjangan yang cukup jauh antara si Miskin dan si Kaya.

http://suarapembaca.detik.com/read/2010/09/20/175548/1444149/471/indonesia-butuh-solusi-radikal-pengentasan-kemiskinan

Nama : Muhammad Lucky Rokoto Dalimunthe
NPM : 14110757
Kelas : 1KA31
Mata Kuliah : Ilmu Sosial Dasar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s